Konsultan  Pengolahan Limbah

Metode Interaktif dan Aplikatif menurut Konsultan  Pengolahan Limbah

Kosultan pengolahan limbah Sebagai  sisa hasil kegiatan produksi pabrik ataupun rumah tangga, limbah memberikan dampak buruk bagi lingkungan sekitar apabila tidak dikelola dengan baik. Limbah padat dianggap sangat tidak memiliki nilai ekonomis sehingga kehadirannya dirasa sangat mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar. Terlebih jika limbah tersebut memiliki kandungan atau zat yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat sekitar. Misalnya limbah yang mengandung bahan kimia yang beracun. Oleh karena itu konsultan pengolahan limbah berfikir mengenai cara yang tepat untuk mengolah limbah agar memiliki nilai ekonomis bagi kelangsungan hidup masyarakat.

Menurut konsultan pengolahan limbah, ada beberapa metode interaktif dan aplikatif dalam usaha pengolahan limbah. Metode interaktif yang dimaksud ialah pengenalan konsep limbah itu sendiri, berdasarkan klasifikasi macam, jenis, dan bahaya yang ditimbulkannya. Biasanya Limbah bahan berbahaya dan beracun ini dikenal dengan limbah B3. Dari berbagai jenis limbah ini tentunya satu per satu dari masing-masing jenis membutuhkan penanganan yang berbeda. Oleh karena itu kemudian diperkenalkan dengan metode penanganannya dalam bentuk ceramah, diskusi secara interaktif dan presentasi dari masing-masing kelompok. Selain memahami konsep dari limbah itu sendiri, perlu adanya pemahaman terhadap peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah terkait dengan pengolahan limbah.

Terkait dengan metode aplikatif, Kosultan pengolahan limbah memberikan konsep aplikasinya sedemikian rupa agar mudah dipahami dan diterapkan. Setelah memahami karakteristik limbah maka dapat ditentukan langkah apa yang diambil dalam mengolah limbah tersebut. Terlebih dahulu yaitu merencanakan dan menyusun desain pengolahan yang tentunya disesuaikan dengan karakteristik limbah B3. Limbah sederhana mungkin dapat diolah secara sederhana dengan peralatan yang sederhana pula. Namun untuk pengolahan limbah dengan karekteristik berbeda mungkin perlu adanya teknologi dan beberapa peralatan yang lebih canggih agar dapat diolah semaksimal mungkin.  Dengan demikian pengolahan limbah akan terasa mudah dan bukan lagi menjadi hal yang membebani masyarakat karena harus selalu bergantung pada pengolah limbah. Masyarakat dapat menciptakan alat untuk mengolah limbah sederhana sehingga memiliki nilai ekonomis atau setidaknya dapat menghindari dampak negatif dari limbah berbahaya tersebut. Demikian artikel tentang kosultan pengolahan limbah.

 

Posted in Blog and tagged .